Selama Datang Di Indonesia Bercerita

Cerita harus selalu digoreskan agar tidak mudah tergerus oleh waktu. dimulai dari sekarang budayakan bercerita

Rabu, 25 April 2012

“PERJALANAN MERAIH MIMPI”

“tak ada manusia yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali segala yang telah terjadi
Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat
Seakaan hidup ini taka da artinya lagi
Syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik
Tuhan pastikan menunjukkan kenesaran dan kuasaNya
Bagi hambaNya yang sabar dan tak kenal putus asa”

            Lirik lagu Jangan Menyerah ciptaan d’Masiv ini selalu aku nyanyikan dan perdengarkan.Keindahan kata demi kata didalamnya membuat semua rasakan damai.Benar ,,, hidup ini memang rumit, namun tak ada alasan  umtuk berhenti melewatinya. Syukuri saat kita tertawa, syukuri saat kita menangis.Tuhan pasti mendengarnya.
            Gunungkidul ,20 Juni 1992 , itu tanggal kelahiranku. Berawal dari sebuah perjalanan hidup,semenjak aku kecil hingga kini ku telah beranjak dewasa.
            “ Buk,aku gak mau sekolah ? “ pintaku pada Ibu
            “ Kenapa dek,kamu harus sekolah supaya pintar ! “
            “ Sekolah itu capek buk !”
            “ Yasudah nanti ikut kerumah bude ya, kita main kesana “
            Begitu polosnya saat aku belum mengenal harapan dan cita-cita.Yaa ,saat itu sebenarnya saya didaftarkan ke Taman Kanak-Kanak,anehnya bukan didaftarkan ke sekolah,namun di rumah pemilik TK tersebut, jadi saya ya tidak tahu. Hingga suatu pagi tiba-tiba saya diajak ke sekolah tersebut, walaupun saya menolak sebelumnya namun tetap saya mencoba menjalaninya.Salah satu alasannya karena ditempat itu terdapat banyak sekali tempat bermain. Perjalanan kembali dimulai seiring menanti proses dewasa. Berjuta harapan masih terukir jelas.
            “ Apa cita-cita kalian anak-anak ?” guru SD kelas 3 saat itu
            “ Polisi,Guru,Pilot,Dokter,Presiden,Tentara……dll “ serentak semua menjawab dengan penuh semangat.
            Terpejam kedua mataku, “Guru” itulah harapan yang saya ucapkan waktu itu.Sadar ataupun tidak sadar benak yang tertulis dibenakku sosok kagum tentang kepribadian guru. Memberikan ilmu demi kehidupanku yang akan dating. Hingga saat itu aku terus berlari melewati Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Semua berjalan seperti yang diharapkan,ditemani Matahari yang setia menemaniku setiap hari. Jalan bukan halangan untuk aku berlari melewatinya.Dua kilometer kuharus tapakkan kaki menuju gerbang masa depanku.Semua itu tak membuatku rapuh.Bersyukur hingga kini ada keberkahan dariNya.
            Perjalanan diteruskan saat aku menjadi mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta.Yaa, semuanya tanpa diduga mengalir seperti air sejalan dengan hati kecilku yang selalu berkata Guru.Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menjadi langkah berikutnya menuju cita-citaku.Selangkah kedepan sudah kugenggam walau aku belum tahu ujung akhirnya.Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri(SNMPTN) yang mau membukakan pintunya untukku. Bersama teman-teman mencoba memasukinya,namun keberuntungan berpihak kepadaku. Berdebar jantungku perasaan bangga mengalir ke seluruh tubuh.Perjalanan masih panjang dan saya harus mampu melewatinya. Semoga Tuhan terus membukakan jalan –jalan terang,agar mimpi dan harapanku tercapai. Aku emepunyai teman-teman yang luar biasa ,disinikupun belajar melalui Himpunan Mahasiswa(HIMA) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Mencoba untuk mampu kerja tim dengan baik. Organisasi juga mengajarkanku mempunyai tanggngjawab  tinggi,permasalahan-permasalahan mampu membantu proses kedewasaanku untuk bekal nanti menjadi tauladan di meja pendidikan.
            Kelak aku kan mengabdi  jiwaku demi pendidikan di Negara ini, memberikan pengetahuan dan pengalaman yang baik bagi semua murid-muridku nanti. Aku ingin mendidik mereka  agar berguna bagi bangsa ini, menjadi seseorang yang mampu mengharumkan nama Indonesia dimanapun mereka berada. Menghasilkan berbagai karya untuk kemakmuran negeri ini.Tak seperti sekarang ini banyak wakil rakyat yang membunuh rakyatnya sendiri dengan berbagai kekuasaan demi kepentingan pribadi maupun golongan.Korupsi dimana-mana hingga tak ada yang dipercaya lagi, untuk memegang penuh harapan rakyat kecil yang selalu meneriakkan keadilan.Semoga aku nanti mampu membuat mereka menjadi pribadi yang bertanggung jawab terhadap bangsa dan agama.Dan juga kan ku ajarkan mereka menjunjung tinggi warisan kebudayaan Indonesia dari Sabang sampai Merauke agar mereka tahu keberagaman dan multikulturalisme bangsa Indonesia. Perbedaan tidak harus saling menyalahkan, tapi harus saling menghargai sesuai dengan Bhinneka Tunggal  Ika.
 Inginku nanti, bila Tuhan mengizinkan pendidikanku tak cukup hanya berhenti di Strata 1 ,hingga sampai ke tingkatan yang aku mampu.  Akupun ingin membantu saudara-saudaraku sebangsa setanah air, yang putus sekolah untuk setidaknya memberikan mereka pengetahuan yang lebih luas dengan kemampuanku.Tak mudah memang, tapi ini sudah menjadi harapanku kelak.Berawal dari sekarang aku mulai mengumpulkan beberapa buku-buku pelajaran maupun umum, aku ingin mempunyai sebuah perpustakaan yang nantinya bisa menjadi tempat belajar adik-adikku. Karena dimulai dari membaca ,mata kita akan terbuka dengan pengetahuan di dunia.  Sedikit prihatin dengan anak-anak zaman sekarang yang lebih banyak meluangkan waktunya bukan untuk belajar namun untuk bemain-main.Dan aku tak ingin melihat mereka tak punya arah berkeliaran di jalan-jalan. Berawal dari mimpi dan aku pasti akan meraihnya.
Kan kukejar kau mimpiku dan tunggulah aku disitu.

**
Bagai malam yang begitu kelam,saat terlintas dibenakku ingin menuliskan rangkaian kata demi kata diiringi petikan dari suara gitar. Mereka bilang aku bisa menyanyi, mereka bilang aku pantas menyanyi. Dari hati menghadirkan suara bahwa aku hanya manusia biasa , dan layakkah aku untuk menyanyi ?. Tuhan memang pelukis yang agung, dan aku hanya ingin ke dalam sebuah keadaan yang lebih indah.  Tuhan mampu melukiskan alam dan seisinya dan  aku ingin melukis sesuatu didalamnya. Izinkan aku Tuhan menjadi seorang penyanyi, semoga Tuhan mendengar dan menjawab doaku ini.  Ku ingin berikan semua yang terbaik, sekeras apapun itu akan aku coba hadapi. Mencoba melewatinya dengan pelan-pelan seiring mimpi-mimpi besarku yang lain. Selalu merasakan damai ketika menyanyikan lagu indah agar dapat membuat orang tersenyum. Ku tak tahu apakah mimpiku ini terlalu tinggi, biarlah orang berkata apa dengan sepenuh hati ku ingin mencoba meraihnya.
Berawal dari masa Sekolah Menengah Pertama aku bergabung dengan Organisasi Siswa Intra Sekolah(OSIS).
“ Fajar, nanti ada acara di sekolah ,kamu dan Ana nyanyi disana ya ! “ perintah Pembina OSIS
“ Saya belum pernah menyanyi dihadapan orang banyak Pak, apakah saya bisa ?”
“ Pasti bisa, dicoba dulu nanti latihan bersama teman-teman . “
Semenjak itu seolah saya menemukan irama yang saya inginkan.Hampir di setiap acara sekolah saya diminta olehguruku untuk menyanyi di acara tersebut. Tak ada imbalan yang aku dapat namun sebuah kepuasan  tentang bagaimana pengalaman berharga itu kudapat. Masih terus kupendam sebuah pertanyaan tentang aktifitasku ini.Tak sampai disitu, aku kumpulkan uang untuk membeli sebuah gitar.Keinginanku kuat untuk bisa memainkan gitar, hingga aku mampu mengalunkan irama demi irama hanya dengan belajar sendiri.
Saat ku beranjak ke Sekolah Menengah Atas , aku belum tahu nyanyianku itu akan terus berjalan ataukah tidak. Hanya kulalui hari dengan biasa tak ada habisnya.Sekalipun aku haus merindukan nyanyian itu.
“ Hai ,apa kabar? Benar ini dengan Fajar ?“ sapa orang yang belum aku kenal sebelumnya.
“ Iya benar, ada perlu apa ? ” jawabku sedikit bingung
“ Kamu jadi vocalis di Group Bandku ya ,ada Budi yang main gitar !” pintanya padaku
“ O ya saya kenal Budi, saya coba dulu .”
Diam membisu ini terobati dengan jalan baru yang membawa senyum keindahan.Aku bertemu orang-orang hebat yang mengajariku bermain music.Perlahan kudapat ilmu baru dari sini. Berbagai event kami ikuti baik di dalam sekolah maupun luar sekolah, dari satu panggung ke panggung lain. Abaikan lelah ,demi pengalaman dan harapan tertuju satu tujuan. Indahnya sabgat berbeda dengan yang kualami sebelumnya.Dari sini belajar merangkai kata dengan alunan irama, mencoba membuat sebuah lagu demi lagu.Sepi, perih, sedih sendiri, bosan, tawa, senyuman seolah menjadi warna dalam inspirasiku menulis sebuah rangkaian kata lagu.
Setiaku pada sebuah nyanyian , berantai hingga aku duduk di bangku perkuliahan. Aku hanya tak ingin sendiri melewati detik demi detik jalanku meraih mimpi selanjutnya.Tlah berbagai kata terangi pemikiranku untuk luapkan mimpi menjadi seorang penyanyi.
“ Pendaftaran anggota baru Paduan Suara Mahasiswa Swara Wadhana Universitas Negeri Yogyakarta. “ ucapku sedang membaca sebuah pengumuman yang tertera di kampus.
Aku melewati jalan itu,walaupun ini berbeda lagi ini bukan salahku namun inginku yang ingin terus mencoba semua hal teknik tentang menyanyi. Sedikit tertatih mengikuti proses panjang seleksi yang banyak sekali pendaftar lainnya yang berkeinginan sama menjadi salah satu penyanyi  Paduan Suara MahasiswaUniversitas Negeri Yogyakarta. Telah kutanam harapan sedalam-dalamnya hingga aku berhasil menjadi salah satu bagian dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tersebut. Bersama teman-teman baru dengan tekad yang sama ingin belajar bagaimana caramenyanyi  yang benar dalam sebuah Paduan Suara. Tidak dibutuhkan keegoisan dan menonjolkan kelebihan masing-masing, disini kita harus bisa sama. Hingga sekarang ini aku masih berteduh di tempat yang mampu membawaku ke tempat yang lebih tinggi yaitu PSM SW UNY. Mimpi itu terasa lebih dekat dengan segala proses yang kulewati sekarang ini.
Berawal dari mimpi kecil, dulu aku berkeinginan bernyanyi di hadapan dosen-dosen,senat dan Bapak Rektor. Semua itu terwujud, bahkan aku menjadi penyanyi tetap di acara Wisuda dan acara acara besar lainnya di kampus. Mimpi yang tak pernah ku sangka, aku mendapatkan kesempatan menyanyi di hadapan Bapak Menteri saat acara dies natalis kampus. Bagiku itu sebuah penghargaan yang tak ternilai hatganya.Pengalaman yang tak terlupakan, dan semoga saja aku mampu suatu saat nanti bernyanyi di hadapan Bapak Presiden.Semua tidak ada yang tak mungkin asal kita mau mencobanya dan berusaha semaksimal mungkin.
Suatu saat nanti dengan kemampuanku yang ada, aku ingin seperti penyanyi-penyanyi yang sering  menghibur kita lewat layar kaca. Entah Group Band, Paduan Suara, maupun Solo.Tak ada yang tak mungkin.Embun pagi selalu menemani jalan demi jalanku berikutnya.Seharusnya aku mampu melewatinya, semestinya aku takkan menyerah.Garis wajah ini menanti hingga akhir jalan.Tuhan kaulah cinta, berikan kekuatanmu untukku raih cita-cita ini. Hujanpun bertanya kapan aku akan meraihnya ?akupun tak tahu
Kan ku kejar kau mimpiku, tunggulah aku disitu.











PERJALANAN
                                MERAIH
MIMPI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar